Konten Email Terpersonalisasi

Dihadapkan dengan konten yang monoton, orang sulit untuk tetap tertarik, sedangkan template email yang Anda gunakan sering digunakan oleh banyak orang, sehingga ini dapat menyebabkan kejenuhan estetika konsumen.

Oleh karena itu, Anda perlu mempersonalisasi konten email berdasarkan informasi detail pengguna, termasuk tahapan perjalanan belanja, usia, jenis kelamin, negara, dan sebagainya, agar saat pengguna menelusuri konten, mereka akan lebih merasa terhubung.

Tetap Singkat

Kesabaran konsumen sangat terbatas, terutama saat mereka dihadapkan dengan informasi promosi, oleh karena itu Anda perlu memastikan konten Anda singkat, jelas, dan langsung pada tujuan.

Konten teks sebaiknya dikendalikan sekitar 160 kata, tidak melebihi 500 kata, berdasarkan uji coba, ini adalah panjang konten maksimum yang dapat diterima oleh konsumen sebelum tingkat klik menurun.

Gunakan CTA dengan Hati-hati

Meskipun CTA dapat membimbing perilaku konsumen, jika artikel Anda penuh dengan CTA, itu tidak hanya sulit untuk menyorot informasi penting, tetapi juga mungkin membuat konsumen menjadi bosan, sehingga memengaruhi arah tindakan akhir.

Jumlah CTA dalam satu email sebaiknya tidak melebihi 3, dan hanya satu CTA utama yang dipertahankan.

Sesuai dengan Gaya Kategori

Email promosi Anda harus sesuai dengan gaya kategori yang Anda pilih, dan lebih baik menggunakan warna merek serta menambahkan logo merek. Hal ini dapat memudahkan konsumen mengenali merek Anda dan meningkatkan kesan merek Anda di benak konsumen.

Uji A/B

Elemen-elemen mana yang efektif, konten mana yang disukai konsumen, konten mana yang memiliki tingkat keluar yang tinggi, semua ini perlu Anda cari jawabannya melalui uji A/B.

Karena preferensi dari kelompok konsumen yang berbeda-beda, Anda harus menyesuaikan dan mengoptimalkan konten email berdasarkan data spesifik email Anda, agar hasil pemasaran email semakin memuaskan.

Optimisasi Detail

Sederhanakan Jalur Konversi

Umumnya, semakin panjang jalur konversi, semakin tinggi kemungkinan konsumen untuk meninggalkan proses pembelian, karena konsumen dapat putus asa di setiap tahap jalur konversi.

Oleh karena itu, yang perlu Anda lakukan adalah menyederhanakan jalur konversi, misalnya dengan pembelian tanpa registrasi, tanpa login, dan sebagainya.

Waktu Pengiriman

Tidak ada probabilitas yang sama antara email yang dikirim pada waktu yang berbeda. Waktu terbaik untuk mengirimkan email pemasaran B2C adalah saat istirahat tengah hari dan malam, karena pada saat itu, konsumen cenderung lebih mungkin untuk menjelajah atau melakukan pemesanan.

Sementara pada waktu kerja, meskipun tingkat pembukaan mungkin lebih baik, namun biasanya akan terlupakan dan terabaikan.

Mobile Experience

Dengan semakin luasnya penggunaan perangkat mobile, pengalaman pengguna di perangkat mobile menjadi semakin penting.

Anda perlu memastikan konten email Anda memiliki tampilan yang baik di perangkat mobile, terutama gambar.

Hindari Mengirim Email yang Berlebihan

Selain pada hari libur, frekuensi pengiriman email pemasaran tidak perlu terlalu sering, sebaiknya di atas satu minggu.

Mengirimkan email promosi terlalu sering tidak hanya akan menyebabkan tingkat pembukaan turun drastis, juga berisiko membuat konsumen berhenti berlangganan atau bahkan memblacklist Anda.